Translate


widgeo.net

Senin, 30 September 2013

star


1. Mercury < Mars < Venus < Earth
2. Earth < Neptune < Uranus < Saturn < Jupiter
3. Jupiter < Wolf 359 < Sun < Sirius
4. Sirius < Pollux < Arcturus < Aldebaran
5. Aldebaran < Rigel < Antares < Betelgeuse
6. Betelgeuse < Mu Cephei < VV Cephei A < VY Canis 
7. VY Canis Majoris < NML Cygni

VY Canis Majoris (VY CMa)

VY Canis Majoris (VY CMa) adalah bintang maha maharaksasa merah yang terletak di rasi Canis Major. Dengan jari-jari 1800 sampai 2100 kaliradius Matahari, (8.4-9.8 SA (satuan astronomi), 1.5315×109km, atau 0.85×109mil), VY CMa merupakan bintang terbesar dan juga merupakan salah satu bintang paling bercahaya yang pernah diketahui selama ini. Bintang ini terletak sekitar 1.5 kiloparsec (4900 tahun cahaya,4.6×1016km, atau 2.9×1016mil) dari bumi. Tidak seperti kebanyakan bintang maha maharaksasa lainnya, yang biasanya bersistem bintang ganda, VY CMa adalah bintang tunggal. VY CMa dikategorikan sebagai bintang bervariabel semi-regular. VY CMa memiliki kepadatan rata-rata 0.000005 sampai 0.000010 kg/m3.
Berkas:Star-sizes.jpg

VY Canis Majoris

VY Canis Majoris (VY CMa) is a red hypergiant in the constellation Canis Major. It is one of the largest known stars by radius and also one of the most luminous of its type. It is approximately 1,420 ± 120 solar radii[8] (equal to 6.6 astronomical units, thus a diameter about 1,975,000,000 kilometres (1.227×109 mi)), and about 1.2 kiloparsecs (3,900 light-years) distant from Earth. VY CMa is a single star categorized as a semiregular variable and has an estimated period of 2,000 days. It has an average density of 5 to 10 mg/m3. If placed at the center of the Solar System, VY Canis Majoris's surface would extend beyond the orbit of Jupiter, although there is still considerable variation in estimates of the radius, with some making it larger than the orbit of Saturn.[10]

File:Sun and VY Canis Majoris.svghttp://en.wikipedia.org/wiki/VY_Canis_Majoris

NML Cygni (V1489 Cygni)

NML Cygni atau V1489 Cygni adalah bintang hypergiant merah dan bintang terbesar yang saat ini dikenal , sekitar 1.650 kali dari matahari atau memiliki radius  7.67 AU.Bintang ini termasuk salah satu bintang super-raksasa ekstrim bercahaya.Diperkirakan memiliki jarak dari Bumi sekitar 1,6 kpc , atau sekitar 5.300 tahun cahaya .Bintang ini memiliki lingkungan yang berdebu di sekitarnya dan debu itu menunjukkan suatu nebula berbentuk asimetris yang bertepatan dengan distribusiUap Maser H2O.NML Cygni adalah bintang variabel semiregular dengan masa periode sekitar 940 hari.

NML Cygni adalah bagian dari gugus bintang Cygnus OB2.Gugus bintang Cygnus OB2mencakup hampir 2 ° langit, atau ~ 30 pc dalam radius pada jarak 1,74 ± 0,2 kpc,sehingga merupakan salah satu gugus bintang besar terdekat dengan Matahari.Bintang ini memiliki tingkat massa diperkirakan sekitar 2 × 10-4M ⊙ yr-1.Danparalaks tahunan bintang ini diukur menjadi sekitar 0,62 mili-arc-detik

http://astronesia.blogspot.com/


Luminositas bolometric (Lbol) untuk bintang ini dekat 3 × 105 L ☉.Besar bolometricnya (Mbol) adalah sekitar -9,0. Membuatnya menjadi salah satu bintang paling teranghypergiant yang dingin.Bintang ini ditemukan pada tahun 1965, oleh Neugebauer,Martz dan Leighton.Penamaan NML berasal dari nama ketiga penemunya.

Dari pengamatan, diperkirakan bahwa bintang ini memiliki dua amplop diskrit optiktebal dari debu dan molekul.Bintang ini memiliki salah satu tingkat massa terbesaryang diperkirakan sekitar 2 × 10-4 M ☉ per tahun.Amplop debu terbentuk karena kecepatan pasca angin kencang dan tingkat massa emisi tinggi.Kecepatan anginnya diperkirakan sekitar 23 km / s.Karena lokasinya yang unik di dalam Bima Sakti bintangini tidak mendominasi lingkungan lokal antarbintang.

NML Cyg adalah bintang besar yang kaya oksigen.Komposisinya mulai terungkapdengan ditemukannya Maser OH (1612 MHz) pada tahun 1968 (Wilson danBarrett).Kehadiran molekul seperti H2O, SiO, CO, HCN, CS, SO, SO2 dan H2S jugaterungkap dalam tahun yang sama.

NML Cygni

NML Cygni or V1489 Cygni is a red hypergiant star[2] and one of the largest stars currently known, at about 1,650 times the Sun's radius (equal to 7.67 astronomical units), thus a diameter of about 2,295,000,000 kilometres (1.426×109 mi). If placed at the center of the Solar System, NML Cygni's surface would extend beyond the orbit of Jupiter, filling over half the gap between Jupiter and Saturn's orbit. It contains the volume of approximately 3.6 billion times that of the Sun.
It is one of the extreme luminous hypergiant stars.[3] Its distance from Earth is estimated to be around 1.6 kpc, or about 5,300 light-years.[3]
NML Cygni is a part of the Cygnus OB2 association. The Cyg OB2 association spans nearly 2° on the sky, or ∼30 pc in radius at the distance of 1.74 ± 0.2 kpc, thus it is one of the closest massive associations to the Sun.[4] It has an estimated mass loss rate of 2×10−4M⊙yr−1.[5] The annual parallax of this star is measured to be around 0.62 milli-arc-seconds.[2]

Jumat, 27 September 2013

Jupiter

Jupiter adalah planet terdekat kelima dari pusat tata surya setelahMerkurius, Venus, Bumi dan Mars. Jaraknya dari matahari rata-rata 778,3 juta km. Planet ini merupakan planet terbesar sekaligus terberat dalam tata surya kita. Diameter ekuatornya mencapai 149.980 km dengan massa 318 kali massa bumi. Ukurannya yang sangat besar dan tersusun atas kumpulan gas menggolongkan Jupiter sebagai Planet Jovian bersama Saturnus,Uranus dan Neptunus.
Nama Jupiter diambil dari nama raja para dewa di Romawi kuno yang merupakan dewa paling penting dalam Pantheon kedua. Pada kondisi langit yang mendukung, Jupiter bisa diamati langsung dengan mata telanjang sebagai objek tercerah keempat dilangit setelah Matahari, Bulan dan Venus. Namun, pada saat tertentu Mars bisa terlihat lebih cerah daripada Jupiter.
Diperlukan 9,55 jam untuk Jupiter berotasi setiap harinya, sedangkan untuk revolusinya ia membutuhkan waktu selama 11,86 tahun dalam lintasan orbit yang sedikit elips (oval). Pada permukaan dapat kita jumpai bintik merah raksasa (Great Red Spot),dimana GRS merupakan ciri khas dari si planet jupiter. Bintik raksasa ini adalah badai antisilikon permanen atau biasa disebut Badai Besar Abadi yang terletak di 22o selatan khatulistiwa.
Jupiter bersama empat satelit Galilean. Credit : Stewartde
Komposisi atmosfer Jupiter mirip dengan matahari, tersusun atas 88-92% Hidrogen (H) dan 8-12% Helium (He). Persentasi ini berdasarkan pada jumlah molekul di atmosfer, bukan pada jumlah massa mereka. Selain kedua penyusun tersebut, terdapat pula unsur lain seperti metana (CH4), amonia (NH3), phosphine (PH3) , asetilena (C2H2), etana (C2H6), germanium (Ge), karbon monoksida (CO), air (H2O) dan besi (Fe). Unsur-unsur inilah yang nantinya membentuk lapisan awan warna-warni di batas ketinggian yang berbeda. Suhu di permukaan planet ini berkisar antara -140oC sampai dengan 21oC.
Jupiter memiliki banyak satelit yang mengiringinya, sampai saat ini tercatat 67 satelit yang dilaporkan astronom dan diakui penamaannya oleh IAU  (International Astronomical Union). Empat satelit terbesarnya ditemukan seorang astronom Italia, Galileo Galilei. Keempat satelit itu adalah Io, Europa, Ganymede dan Callisto  yang kemudian dikenal sebagai Satelit Galilean.
Planet gas raksasa ini ternyata juga memiliki cincin, sama halnya denganSaturnus. Sayangnya, cincin Jupiter jauh lebih redup sehingga kita di Bumi tidak bisa menikmati keindahannya meski menggunakan teleskop. Hal ini disebabkan materi pembentuknya bukanlah es seperti di Saturnus melainkan batuan dan pecahan-pecahan debu. Cincin Juipter terdiri dari tiga lapisan utama, yaitu lapisan 1979 J1R (Halo), 1979 J2R (Main) dan 1979 J3R (Gossamer). Di antara lapisan-lapisan itu, terdapat beberapa orbit satelit Jupiter seperti Metis dan Adrastea pada cincin “utama”, serta Almathea pada cincin “Gossamer”. Para astronom memprediksikan bahwa materi penyusun cincin utama tak lain merupakan materi-materi yang terlempar dari satelit Adrastea dan Metis

Lapisan cincin tipis pada jupiter. Credit : NASA/JPL/Cornell Universityhttp://kafeastronomi.com/mengenal-jupiter.html

Benarkah diruang ankasa tidak ada Gravitasi?

 Banyak orang bilang bahwa di ruang angkasa tidak ada gravitasi. Ini adalah pemahaman yang SALAH!
Apabila di ruang angkasa tidak ada gravitasi, maka alam semesta tidak akan berbentuk seperti ini. Dikutip dari dari Astronomy (15/8), di ruang angkasa ternyata ada gaya gravitasi yang menyelimuti, meskipun itu sangat kecil.
Pasti Anda bertanya, mengapa
astronot di ruang angkasa nampak melayang? Jawabannya adalah daya
gravitasi yang ada di ruang angkasa
tidak menimbulkan percepatan seperti
yang ada di planet (khususnya bumi).
Sehingga ketika astronot berada di
ruang angkasa sebenarnya dia pun juga tertarik gravitasi, hanya saja
gravitasi yang ada di ruang ngkasa
tidak menimbulkan orang tersebut
jatuh dengan cepat karena dia
terjatuh secara terus menerus.
Sebuah analogi sederhana yang dapat dibuktikan adalah saat Anda berada
di dalam lift dengan membawa tas
jinjing. Nah, pada saat Anda berada di
dalam lift, tiba-tiba lift rusak dan
terjatuh, sehingga Anda akan melesat
turun bersama dengan lift.
Dalam kondisi itulah, gravitasi Anda
dan tas jinjing Anda bersifat sama
dengan terjun turun secara terus menerus.
Seperti itulah analogi sederhana yang dapat membuktikan bahwa di ruang angkasa sebenarnya ada gravitasi.

Foto: "Benarkah di Ruang Angkasa Tidak Ada Gravitasi?"

-- Banyak orang bilang bahwa di ruang angkasa tidak ada gravitasi. Ini adalah pemahaman yang SALAH!

Apabila di ruang angkasa tidak ada gravitasi, maka alam semesta tidak akan berbentuk seperti ini. Dikutip dari dari Astronomy (15/8), di ruang angkasa ternyata ada gaya gravitasi yang menyelimuti, meskipun itu sangat kecil.

Pasti Anda bertanya, mengapa
astronot di ruang angkasa nampak melayang? Jawabannya adalah daya
gravitasi yang ada di ruang angkasa
tidak menimbulkan percepatan seperti
yang ada di planet (khususnya bumi).

Sehingga ketika astronot berada di
ruang angkasa sebenarnya dia pun juga tertarik gravitasi, hanya saja
gravitasi yang ada di ruang ngkasa
tidak menimbulkan orang tersebut
jatuh dengan cepat karena dia
terjatuh secara terus menerus.

Sebuah analogi sederhana yang dapat dibuktikan adalah saat Anda berada
di dalam lift dengan membawa tas
jinjing. Nah, pada saat Anda berada di
dalam lift, tiba-tiba lift rusak dan
terjatuh, sehingga Anda akan melesat
turun bersama dengan lift.

Dalam kondisi itulah, gravitasi Anda
dan tas jinjing Anda bersifat sama
dengan terjun turun secara terus menerus. 

Seperti itulah analogi sederhana yang dapat membuktikan bahwa di ruang angkasa sebenarnya ada gravitasi.

Forum Astronom Amatir Indonesia | MERDEKA.COM

______________________________________________
Follow Twitter Kami : http://twitter.com/Ilmu_Astronomi
Gabung di Grup Kami : http://facebook.com/groups/grupfaai
Kunjungi Site Kami : http://forumastronomamatirindonesia.blogspot.com

Admin "N.P"https://www.facebook.com/ForumAstronomAmatirIndonesia.FAAI?fref=ts